Arca Ganesha di Karangkates adalah sebuah karya seni Hindu yang menggambarkan dewa Ganesha. Terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, arca ini menjadi daya tarik utama di tempat wisata Karangkates. Menggambarkan Ganesha dengan kepala gajah dan tubuh manusia, arca ini merupakan simbol keberuntungan dan kesuksesan dalam kepercayaan Hindu. Selain menjadi objek pengagum seni, arca ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan upacara adat Hindu di lokasi tersebut, menunjukkan keberagaman budaya Indonesia yang patut dilestarikan.

Arca Ganesha adalah arca yang dipuja sebagai dewa ilmu pengetahuan dan penolak bahaya dalam agama Hindu. Arca ini diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-11 Masehi. Arca Ganesha terbuat dari batu andesit. Arca ini menggambarkan Ganesha yang sedang duduk dengan bagian kaki menempel pada lapik (asana). Arca ini terpendam sebagian, yakni mulai pada bagian pinggang ke bawah. Arca Ganesha digambarkan memegang patahan gadingnya (ekadanta), kapak perang (parasu), tasbih (aksamala), teratai merah (padma) dan modaka. 
 
Arca Ganesha diduga merupakan peninggalan kerajaan Mataram Hindu. Arca Ganesha terbesar ditemukan di Dieng, Jawa Tengah. Arca Ganesha ini diyakini oleh penduduk di sekitar lokasi sebagai pelindung di daerah tesebut dari mara bahaya dan kejahatan. Jalan menuju lokasi Arca Ganesha ini cukup terlihat sunyi dan lengang, seolah mengesankan adanya aura mistis. Dari jauh, pengunjung menapaki jalan lurus yang diapit tembok setinggi orang dewasa, dan sisi lain ada semacam tanah kosong yang hanya ditumbuhi rumput tinggi dan pepohonan. Kemudian, akan tampak pohon beringin yang sangat besar, rimbun, dan rindang serta terlihat gelap yang berada tepat di depan halaman lokasi Arca Ganesha tersebut. Ada sebuah pendopo yang dikelilingi tembok besar di samping jalan tadi, dan Arca Ganesha berada di dalam area dekat pendopo tersebut. Jika digambarkan, pohon beringin kuno nan besar dan rimbun tepat di depan pintu halaman pendopo tersebut, dan Arca Ganesha berdiri kokoh di samping pendopo yang dinaungi pohon kuno itu.
 
Arca Ganesha Tegak place picture
4.5
Based on 130 reviews
Raymond Valiant profile picture
Raymond Valiant
3 tahun lalu
Inilah satu-satunya patung di Indonesia yang menggambarkan Ganesha dalam posisi berdiri dengan banyak simbol dari Sekte Bhairawa, yaitu aliran tantra yang mengolah kedangkalan manusia untuk mencapai pembebasan. Patung Ganesha dibangun dari dua buah batu beku (andesit) yang dihubungkan antara badan patung dengan alas (alas). Patung dalam posisi berdiri melambangkan kondisi samabhangga, dengan hiasan sembilan motif tengkorak pada alasnya. Ganesa ini dimahkotai dengan helaian rambut yang disanggul ke atas (jatamuka) berhiaskan tengkorak dan bulan sabit (ardhacandrakapala). Dengan tinggi hampir 2,75 meter dari pangkal alas hingga ujung mahkota patung ini sungguh mengesankan. Sejarawan Suwardono dalam artikelnya tentang patung Ganesha di Karangkates menuliskan detail patung tersebut. Ia memperkirakan patung ini dibuat pada masa Kerajaan Singasari (1222-1292) mengacu pada ikonografi atau ilmu patung, dimana terdapat kesamaan antara patung di Karangkates dengan patung dari Candi Singasari yang pernah disimpan di Leiden, Belanda dan memiliki sekarang telah dikembalikan. Kesan pertama melihat patung Ganesha di Karangkates, rasa keagungan begitu menggetarkan penonton pada pandangan pertama. Kesan ini mungkin dirasakan oleh banyak orang lain, atau bisa juga menjadi ketakutan bagi mereka yang mempunyai niat buruk di hatinya. Oleh karena itu, pantas jika Ganesha mempunyai nama lain dalam bahasa Sansekerta: vighnanāśaka, atau penghilang (nāśaka) vighna (rintangan).
Pemandangan dari situs patung Ganesha
Rizky Prasetyani profile picture
Rizky Prasetyani
3 tahun lalu
Nadiya Hasanah profile picture
Nadiya Hasanah
3 tahun lalu
Meski bersinggah di saat siang hari, tampatnya adem, jadi tepat untuk berjeda dan meditasi.
MASYKUR ADVENTURE profile picture
MASYKUR ADVENTURE
3 tahun lalu
Tok Hersinggih profile picture
Tok Hersinggih
4 tahun lalu
Lokasi situs mudah diakses. Masuk lewat Jl. Bend. Sutami di seberang Taman Bendungan Karangkates, melewati Masjid Al Ihklas. Terus lurus saja. Nanti di sisi kiri jalan akan tampak pohon beringin besar yang berdiri menaungi pagar batu hitam yang melindungi arca. Suasananya sejuk, tenang, dan menenangkan. Kita bisa memilih mendekati arca Ganesha dari sebelah kanan lewat bawah pohon beringin atau dari arah depan naik tangga batu. Kita akan bertemu Mbah Gajah (sebutan penduduk sekitar untuk arca ini) berdiri menghadap ke Utara. Benar-benar berdiri. Tinggi. Besar sekali. Saat masuk dari sisi kanannya, akan terlihat jelas sosok berperut tambun dengan kaki dan tangan yang membulat pendek. Berbelalai. Benar-benar mirip gajah. Gajah yang berdiri. Saat kita mendekat dari arah pintu depan, Mbah Gajah terlihat sangat tenang. Kian mendekat kian terasa menggetarkan. Dalam kebesarannya, sang Ganesha berdiri kokoh. Tidak kaku, tetapi terkesan lembut. Anda hanya bisa merasakannya saat melihat dan menyentuh langsung. Memandanginya bisa terasa melapangkan hati. Bisa pula menciutkan hati. Bagaimana tidak. Sekujur badannya dihiasi tengkorak. Tengkorak manusia. Termasuk semua perhiasan dan bahkan motif kain yang dipakainya. Kedua tangan yang di depan menggenggam wadah. Juga dari tengkorak. Selempangnya ular. Ular hidup. Tumpuan Mbah Gajah berdiri pun juga tengkorak. Ada sembilan buah. Kata arkeolog, kemungkinan arca yang terbuat dari batu andesit putih ini dibuat oleh aliran Tantra Bhairawa pada masa Kerajaan Singhasari, saat Raja Kertanegara berkuasa. Mbah Gajah ternyata punya saudara yang kini tinggal di dalam ruangan museum di negeri Belanda sana. Dia menjadi duta seni arca Singhasari. Bersyukur Mbah Gajah enggan ikut ke sana dan lebih memilih meneruskan baktinya di tempat yang seharusnya, di tengah alam Karangkates. Sekaligus memberi bukti jalan religi dan pencapaian keindahan seni di masa Singhasari kepada kita semua di Indonesia. Yuk mampir ke sana ...
Kang Dolan Kang profile picture
Kang Dolan Kang
5 tahun lalu
Arca Ganesha yang terletak di Karangkates. Yang membuat arca ini menjadi sangat unik selain karena ukuran patungnya yang cukup tinggi adalah karena posisinya yang berdiri sedangkan sebagian besar arca Ganesha yang ditemukan di Indonesia memiliki posisi duduk. selain itu, arca ini juga terlihat berdiri di atas alas yang berpahatkan tengkorak.
Cagar budaya yang terawat dengan baik. Menjaga kesopanan dan kesantunan merupakan hal yang paling utama karena tempat ini pada dasarnya adalah tempat yang disucikan. Mengajak si kecil untuk mengajarkan nilai- nilai sejarah kebesaran bangsa dan keberagaman kepercayaan maupun agama.
Basq RATM profile picture
Basq RATM
9 tahun lalu
Arca Ganesha di Karangkates ini cukup unik, dengan posisi berdiri dengan tinggi sekitar tiga meter. Umumnya arca Ganesha yang banyak ditemukan di Indonesia berada dalam posisi duduk bersila. Keunikan lainnya, arca Ganesha ini berdiri di atas tumpukan tengkorak sementara dalam mitologi disebutkan kalau wahana dari Ganesa adalah tikus. iduga kalau pembuatan arca ini dahulunya dibuat oleh penganut Siwa Bhairawa. Konon dahulu arca ini pernah dipindahkan ke Surabaya, namun entah bagaimana ceritanya arca tersebut kembali lagi ke tempatnya semula di Karangkates. Bahkan konon seseorang pernah menjualnya ke Perancis tetapi arca tersebut kembali lagi. Selain itu, hingga kini warga di sekitar arca tersebut selalu menyuguhkan persembahan berupa makanan yang mereka masak di depan arca. Ada yang menuturkan bahwa bilamana alpa menghaturkan persembahan di arca tersebut, maka bahan makanan apa pun yang dimasak penduduk tidak akan pernah bisa matang (masak). Ada banyak cerita misteri lain yang dipercayai warga di sekitar arca tersebut. ig @nthe_bas